Jumat, 21 Januari 2011

humor


KapanLagi.com - Gayus lagi jalan-jalan di New York, Amerika Serikat ikut dengan pamannya yang bekerja di negara tersebut.

Kemudian Gayus ingin mengetahui perbedaan waktu antara New York dengan Jakarta. Dengan bahasa Inggris seadanya, Gayus menghubungi operator dan bertanya perbedaan waktu.

“Time difference New York and Jakarta, please.” tanya Gayus kepada operator di Amerika

“One minute, please..”

Gayus langsung menutup telepon tersebut sambil mengomel.

“Sialan, Jakarta New York ternyata cuma beda satu menit doang

KapanLagi.com - Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti, "Pinggirkan sepedamu itu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?". "Pasir," jawab Mahmud. Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir di dalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah Israel .

Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentikan sepeda Mahmud dan bertanya, "Apa yang kamu bawa?". Mahmud menjawab, "Pasir." Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir.

Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya. Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.

"Hei, kamu yang suka bawa pasir," tegur tentara Israel itu.
"Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir didalam tasmu. Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan barang selundupan kamu itu. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun?"

Mahmud menjawab dengan kalem :
"Sepeda!"

KapanLagi.com - Di sebuah Sekolah Dasar sedang di terapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.Guru : "Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Bupati, Bu!!!"
Guru : "Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Gubernur, Bu!!"
Guru : "Presiden dan Wakil Presiden, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Presiden, Bu!!"
Guru : "Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Seharusnya sih Rakyat, Bu!!"
Guru : "Kok, pakai seharusnya?"
Murid: "Karena sekarang malah terbalik Bu guru."
Guru : "Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?"
Murid: "Yang pasti mereka suka warna abu-abu."
Guru : "Betul, terus apalagi?"
Murid: "Suka konspirasi politik"
Guru : "Demi apa?"
Murid: "Kepentingan, Bu!!"
Guru : "Tepat sekali, mereka sering muncul di mana mereka?"
Murid: "Di televisi, Bu!"
Guru : "Karena apa?"
Murid: "Karena skandal dan kasus, Bu!!"
Guru : "Aduh, anak murid ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?"
Murid: "Pasti sering mendadak tajir, Bu!!"
Guru : "Darimana, kok bisa gitu?"
Murid: "Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak, dapat hibah gono-gini gak jelas."
Murid: "Dari yang pengin diuntungkan."
Guru : "Terus, Wakil Rakyat kan sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?"
Murid: "Setiap hari, Bu!!"
Guru : "Kok bisa, alasannya?"
Murid: "Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat."
Guru : "Biasanya yang dibahas apa?"
Murid: "Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan."
Guru : "Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?"
Murid: "Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!"
Guru : "Kenapa semestinya?"
Murid: "Karena aneh, Bu!"
Guru : "Aneh kenapa?"
Murid: "Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asyik impor beras."
Guru : "Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya."
Murid: "Iya dong Bu, kan sudah bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu."
Guru : "Sudah banyak yang tahu mengapa asyik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?"

KapanLagi.com - Dua orang teman bertemu di sebuah bar dan mereka sedang menyaksikan berita pukul 6. Saat itu sedang menyiarkan berita seorang laki-laki yang hendak bunuh diri dari lantai 25 sebuah gedung.

"Ayo kita taruhan 100 ribu rupiah, orang itu pasti melompat dari gedung itu!" kata orang pertama.

"Oke, kita taruhan!" sahut orang kedua.

Akhirnya di televisi diperlihatkan si lelaki benar-benar bunuh diri dengan melompat dari lantai 25. Orang kedua yang kalah taruhan segera menyerahkan 100 ribu rupiah ke temannya.

"Ah, nggak jadi deh, aku nggak bisa menerima duit dari kamu. Kita khan berteman," kata orang pertama.

"Jangan gitu, dong. Taruhan tetap taruhan," kata yang kedua.

"Aku mau terus terang, berita ini sudah muncul jam 5 tadi. Jadi, gua nggak bisa menerima duit kamu!" tolak orang pertama.

"Aku juga sudah nonton di berita jam 5, tapi aku nggak menduga kalau laki-laki goblok itu bakalan melompat lagi!" kata orang kedua.

KapanLagi.com - Seorang pelukis terlihat sedang mendatangi sebuah galeri seni, yang ternyata dia juga menitipkan hasil karyanya di galeri tersebut.

Si penjaga galeri segera menyambutnya setelah mengetahui si pelukis datang.

"Setelah aku sakit selama 2 bulan, bagaimana kabar lukisan saya sekarang?" tanya si pelukis kepada penjaga galeri.

"hmmm..ada kabar baik dan kabar buruk, mau dengar yang mana dulu?" tanya si penjaga balik.

"Kabar baik dulu..!!" jawab si pelukis.

"Setelah saya mengatakan bahwa karya anda akan berharga puluhan juta dollar setelah anda wafat, seorang pria langsung memborong semua lukisan anda", kata si penjaga memberitahukan kabar baiknya kepada si pelukis.

"Bagus sekali itu, lalu kenapa ada kabar buruk? apakah dia mengembalikan lukisan dan tidak jadi beli ?" tanya si pelukis.

"Oh tidak tuan, dia tidak mengembalikan lukisan anda sama sekali" jawab si penjaga galeri.

"Hmm..kedengarannya tidak ada yang buruk kalau begitu tapi aku ingin dengar apa kabar buruknya?" tanya si pelukis dengan penasaran.

"Ternyata yang beli lukisan itu dokter pribadi anda tuan.!!" jawab si penjaga.

KapanLagi.com - Suatu hari seorang presiden sebuah negara pergi melihat pameran lukisan-lukisan.
Karena saat itu beliau mengalami sakit mata dan penglihatannya kabur, maka ia mengajak satu ajudannya untuk menuntunnya.

Presiden : “Wah, lukisan ini bagus. Gambar ikannya bener-bener hidup.”

Ajudan: “Shttt… Jangan keras-keras Pak. Itu gambar buaya.”

Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain.

Presiden: “Gambar Gajah ini benar- benar gagah.”
Ajudan: “Shttt… Ojo keras-keras Pak. Itu gambar banteng.”

Presiden itu kemudian menahan diri memberi komentar sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran dia berseru:

“Wah, sing iki apik tenan. Lukisan Gorila nya begitu nyata anatominya.”

Ajudannya langsung tertegun dan berkata:

"Pssttt…. Jangan keras-keras Pak. Itu cermin!

KapanLagi.com - Ilham dan Elvin duduk berdampingan dalam sebuah penerbangan.

Ilham mengajak memainkan sebuah permainan tebak-tebakan.

Ilham: Aku akan mengajukan satu pertanyaan, jika Anda tidak tahu jawabannya maka Anda membayar saya hanya 5.000, dan jika saya tidak tahu jawabannya, saya akan membayar Anda 500.000.

Ilham mengajukan pertanyaan pertama:

Berapa jarak dari Bumi ke Bulan ?

Elvin tidak mengucapkan sepatah kata pun, merogoh saku, mengeluarkan 5.000.

Sekarang, giliran Elvin...

Dia bertanya kepada Ilham:

Apakah yang naik ke atas bukit dengan 3 kaki, dan akan turun dengan 4 kaki ?

Ilham melakukan pencarian internet, dan meminta semua teman-temannya yang cerdas.

Setelah satu jam mencari jawaban...akhirnya ia memberikan Elvin 500.000.

Ilham sambil penasaran bertanya:
Nah, jadi apa naik ke atas bukit dengan tiga kaki dan turun dengan empat kaki ?

Elvin merogoh saku, dan memberikan Ilham 5.000.

KapanLagi.com - Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil dan punya beratus-ratus ekor sapi.

Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya "Setiap hari sapi-sapi ini bapak beri makan apa?".

"Oh saya beri makan rumput-rumput saja", kata peternak.

"Kalau begitu bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini secara tidak layak" kata si petugas. "Bapak saya denda 2 juta".

Akhirnya selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak. "Bapak beri makan apa sapi-sapi ini?" kata si petugas.

Si peternak menjawab "Saya beri makan keju, hamburger, & susu".

"Kalau begitu bapak saya denda 3 juta rupiah karena memberi makan di luar batas sewajarnya!" kata si petugas.

Akhirnya seminggu kemudian datang lagi si petugas menanyakan hal sama kepada si peternak. "Bapak beri makan apa sapi-sapi ini ?" tanya si petugas.

Akhirnya karena takut di denda lagi si peternak menjawab

"Begini pak setiap hari semua sapi-sapi ini saya beri uang masing-masing tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan dimana....!!!!"

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

0 Comments:

Posting Komentar

 

Generation'z 34 Copyright © 2009 LKart Theme is Designed by Lasantha