Ada orang kaya yang selama hidupnya terkenal sangat pelit dan suka memeras sesama temannya. Sepuluh tahun sebelum meninggal dia berubah total menjadi orang baik dan sangat dermawan. Lebih dari seratus milyar uangnya disumbangkan untuk pembangunan mesjid, gereja panti asuhan, pokoknya hidupnya berubah 360 derajat. Pada waktu meninggal tetap aja dia harus masuk neraka karena kejahatannya tapi oleh malaikat dia diberi dispensasi. Digambarkan neraka ibarat kamar-kamar yang berderet-deret tiap kamar berisi siksaan yang berbeda tergantung dari dosa manusianya. Nah, karena sikaya itu juga punya kebaikan maka dia disuruh memilih kamar mana yang sekiranya terbaik menurutnya. Akhirnya pilihannya jatuh pada kamar nomor 315 dimana disitu digambarkan manusia cuma direndam air tinja sebatas dada saja. Setelah tanda tangan sebagai persetujuan + cap jempol maka masuklah si kaya ke kolam tersebut namun lima menit kemudian dia menyesali pilihannya. Mengapa ????? karena lima menit kemudian terdengar suara dari mikrofon, ya, waktu istirahat sudah selesai, silahkan menyelam kembali.
Ada seorang siswa yang sangat malas ke sekolah. Sebut saja namanya Ricky. Ketika dia datang, langsung dihadang oleh gurunya sembari bertanya.
Guru : Ricky, kenapa kamu tidak pernah datang ke sekolah satu minggu terakhir ini?
Ricky : saya tidak datang karena hujan, Bu.
Guru : Kalau hujan tidak berhenti selama satu minggu, apa artinya itu, Ricky?
Ricky : itu artinya banjir, Bu.
Guru : %$#@&!!”
Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam sebuah perusahaan, dari direktur hingga ke karyawan bawahan.
Dari Direktur - Kepada : General Manager
Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari. Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan diminta untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akan menjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantin saja.
Dari : General Manager – Kepada Manager
Sesuai dengan perintah direktur, besok pada jam 9 pagi akan ada gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpul di lapangan untuk melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh direktur di kantin. Ini adalah kejadian yang tidak bisa kita lihat setiap hari.
Dari : Manager – Kepada : Supervisor
Sesuai dengan perintah direktur, besok kita akan mengikuti peristiwa hilangnya matahari di kantin pada jam 9 pagi dengan berpakaian rapi. Direktur akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak, ini adalah kejadian yang tidak bisa kita lihat setiap hari.
Dari : Supervisor – Kepada : Koordinator
Jika besok turun hujan di kantin kejadian yang tidak bisa kita lihat setiap hari direktur dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam 9 pagi.
Dari : Koordinator – Kepada : Semua Staff
Besok pagi, pada jam 9, direktur akan menghilang. Sayang sekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari.
Guru : Ricky, kenapa kamu tidak pernah datang ke sekolah satu minggu terakhir ini?
Ricky : saya tidak datang karena hujan, Bu.
Guru : Kalau hujan tidak berhenti selama satu minggu, apa artinya itu, Ricky?
Ricky : itu artinya banjir, Bu.
Guru : %$#@&!!”
Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam sebuah perusahaan, dari direktur hingga ke karyawan bawahan.
Dari Direktur - Kepada : General Manager
Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari. Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan diminta untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akan menjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantin saja.
Dari : General Manager – Kepada Manager
Sesuai dengan perintah direktur, besok pada jam 9 pagi akan ada gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpul di lapangan untuk melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh direktur di kantin. Ini adalah kejadian yang tidak bisa kita lihat setiap hari.
Dari : Manager – Kepada : Supervisor
Sesuai dengan perintah direktur, besok kita akan mengikuti peristiwa hilangnya matahari di kantin pada jam 9 pagi dengan berpakaian rapi. Direktur akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak, ini adalah kejadian yang tidak bisa kita lihat setiap hari.
Dari : Supervisor – Kepada : Koordinator
Jika besok turun hujan di kantin kejadian yang tidak bisa kita lihat setiap hari direktur dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam 9 pagi.
Dari : Koordinator – Kepada : Semua Staff
Besok pagi, pada jam 9, direktur akan menghilang. Sayang sekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari.
Suatu kali, diadakan pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri oleh tiga orang pemimpin wanita dari tiga negara yaitu dari Inggris yang diwakili oleh Margareth T., India diwakili oleh Indira Gandhi dan dari Philipina oleh Corry A.
Sebagai langkah awal diadakanlah upacara penghormatan diiringi dengan pemeriksaan barisan pasukan dari ketiga negara tersebut.
Sesampainya rombongan di depan pasukan Baret Hijau dari Inggris yang terkenal itu, dengan garang Margareth T. Menampar dan meninju pasukan yang ada didepannya yang tentu saja tanpa balasan. Terjadi dialog:
"Sakit nggak?"
"Nggak, Mam!!!"
"Kenapa?"
"Sebagai Prajurit sejati dari Britania Raya, kami terbiasa untuk menerima rasa sakit."
"Bagus."
Corry A. pun tidak mau kalah, dan begitu sampai di depan barisan pasukannya, diambilnya senapan dari komandan peleton, dan menghantamkan popor senapan tersebut ke muka prajuritnya. Terjadi lagi dialog:
"Sakit nggak?"
"Nggak Madam!!!" (Dengan muka bercucuran darah)
"Kenapa?"
"Sebagai tentara Philipina, kami harus mampu menahan rasa sakit dan kengerian untuk mempertahankan kedaulatan."
"Bagus" (dalam hati, sambil melirik Margareth, "hebatan prajurit gue kan")
Begitu pemeriksaan sampai di depan pasukan India, dengan cepat Indira G. menyambar bayonet yang ada di senapan prajurit yang ada didepannya dan dengan sekali sebat terpotonglah "anu-nya" prajurit tersebut, dan dengan lantang bertanya:
"Sakit nggak?"
"Nggak Madam...!!!"
"Kenapa!!!"
"Sebab itu kepunyaan orang dibelakang saya...
Saat pertemuan Gubernur seluruh dunia di Danau Toba Medan beberapa waktu lalu, mereka melakukan rekreasi bersama keliling dunia dengan fasilitas pesawat dari Amerika. Kebetulan gubernur DKI Sutiyoso Bersama Arnold S (Gubernur California) dan Tuanku Tuk Abduk Rozak dari Malaysia dalam satu pesawat.
Seperti biasa, setiap Gubernur selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya lewat perjalanan angkasanya.
Tidak lama Arnold mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata, "Wah kita sedang berada di atas New York!"
Sutiyoso kaget, "Lho kok bisa tau sih?"
"Itu.. patung Liberty kepegang!", jawab Arnold dengan bangganya.
Nggak mau kalah Tun Abdul Rozak, ikut menjulurkan tangannya keluar. "Tau nggak... kita sedang berada di atas kota Kuala Lumpur", katanya dengan sombongnya.
Sutiyoso, "Wah... kok bisa tau juga?. Itu, menara Petronas kepegang!", sahutnya.
Karena disombongin sama dua sahabatnya ini, giliran Sutiyoso yang menjulurkan tangannya keluar pesawat, "Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!", teriak Sutiyoso.
"Lho kok bisa tau sih?" tanya Dua temannya heran kepada Sutiyoso, "Ini... jam tangan saya ilang...".









0 Comments:
Posting Komentar