bulan, yang mengitari bumi karena tarikan gravitasi, lewat melintas langit kita sekali setiap 24 jam. sejak awal sejarah, orang telah mengagumi penampilan bulan. mereka telah menciptakan berbagai legenda tentang bulan dan telah menyatakan dalam berbagai cara. pada zaman prasejarah, misalnya, orang telah mengamati berbagai fase bulan dan menggunakan fase-fase ini untuk sebagai menyusun kalender. di dunia barat, berbagai gejala permukaan yang jelas di bulan digambarkan "lelaki di bulan".
pada saat pertama kali gallileo mengarahkan teleskopnya ke bulan pada tahun 1609, ia melihat permukaannya secara cukup terperinci. ia mengenal berbagai gunung dan daerah gelap yang luas, yang
dinamakannya"maria" (maria adalah kata latin untuk laut), karena ia menganggap bahwa mungkin daerah itu laut. istilah "maria" masih digunakan meskipun sekarang kita mengetahui bahwa di bulan tidak terlihat adanya kumpulan air. pada saat telah dibuat teleskop yang lebih besar, semakin banyak perincian diperlihatkan dan dipetakan. pada awal tahun 1960-an, berbagai satelit buatan dan wahana ruang angkasa berawak diluncurkan dari bumi untuk lewat di dekat bulan dan mendarat disana. gambar-gambar yang telah diperoleh dari satelit ini menyingkap permukaan bulan dalam perincian yang luar biasa, bahkan membuat batu-batu kecil berpenampang kurang lebih 30 cm menjadi kelihatan
agar dapat mengukur besarnya bulan, kita harus menyelidiki berapa jauh bulan dari bumi. hal ini dilakukan dengan metode yang sama yang digunakan oleh para penyelidik. arah menyudut ke bulan diukur dari dua tempat yang terpisah jauh pada sisi yang berhadapan dibumi pada waktu yang sama. karena kita tahu jarak antara kedua titik pengamatan itu, maka jarak rata-rata ke bulan dapat dihitung dengan trigonometri sederhana. jarak rata-rata itu adalah 385.000 km. seorang yang menatap bulan akan memperhatikan bahwa bentuknya kelihatan berubah setiap malam dan berjalan melalui satu daur lengkap dalam waktu sekitar 29 hari. perubahan bentuk itu, fase bulan, disebabkan perubahan posisi relatif bulan, matahari, dan bumi. pada saat bulan berada langsung dalam satu garis antara matahari dan bumi, maka matahari berada pada sisi bulan yang jauh, fase ini dikenal sebagai bulan baru.
pada saat bulan melintas mengelilingi bumi dan bergerak menjauhi garis matahari-bumi, maka bagian yang diterangi dapat kita lihat sebagai sebuah sabit tipis yang tumbuh atau bertambah besar tiap malam. bila garis bumi ke bulan membuat sudut 90 derajat dengan garis bumi ke matahari, kita akan melihat setengah wajah bulan terang fase ini disebut seperempat pertama. pada suatu kejadian yang mengagumkan besar bulan seperti yang dapat disaksikan dari bumi hampir tempat sama besar dengan besar matahari seperti yang terlihatdi bumi. ini merupakan suatu kebetulan yang luar biasa, karena volume matahari itu sekitar 64 juta kali volume bulan. seandainya orbit bumi disekeliling matahari dan orbit bulan disekeliling bumi tepat pada bagaian yang sama, maka bulan akan lewat melintasi permukaan matahari pada setiap bulan baru. dengan demikian, akan terjadi gerhana matahari sekali sebulan. begitupun pada setiap purnama bayang-bayang bumi akan jatuh diatas bulan, akan terjadi gerhana bulan paripurna sekali sebulan.
written by keizo@8:40 AM
pada saat pertama kali gallileo mengarahkan teleskopnya ke bulan pada tahun 1609, ia melihat permukaannya secara cukup terperinci. ia mengenal berbagai gunung dan daerah gelap yang luas, yang
dinamakannya"maria" (maria adalah kata latin untuk laut), karena ia menganggap bahwa mungkin daerah itu laut. istilah "maria" masih digunakan meskipun sekarang kita mengetahui bahwa di bulan tidak terlihat adanya kumpulan air. pada saat telah dibuat teleskop yang lebih besar, semakin banyak perincian diperlihatkan dan dipetakan. pada awal tahun 1960-an, berbagai satelit buatan dan wahana ruang angkasa berawak diluncurkan dari bumi untuk lewat di dekat bulan dan mendarat disana. gambar-gambar yang telah diperoleh dari satelit ini menyingkap permukaan bulan dalam perincian yang luar biasa, bahkan membuat batu-batu kecil berpenampang kurang lebih 30 cm menjadi kelihatan
agar dapat mengukur besarnya bulan, kita harus menyelidiki berapa jauh bulan dari bumi. hal ini dilakukan dengan metode yang sama yang digunakan oleh para penyelidik. arah menyudut ke bulan diukur dari dua tempat yang terpisah jauh pada sisi yang berhadapan dibumi pada waktu yang sama. karena kita tahu jarak antara kedua titik pengamatan itu, maka jarak rata-rata ke bulan dapat dihitung dengan trigonometri sederhana. jarak rata-rata itu adalah 385.000 km. seorang yang menatap bulan akan memperhatikan bahwa bentuknya kelihatan berubah setiap malam dan berjalan melalui satu daur lengkap dalam waktu sekitar 29 hari. perubahan bentuk itu, fase bulan, disebabkan perubahan posisi relatif bulan, matahari, dan bumi. pada saat bulan berada langsung dalam satu garis antara matahari dan bumi, maka matahari berada pada sisi bulan yang jauh, fase ini dikenal sebagai bulan baru.
pada saat bulan melintas mengelilingi bumi dan bergerak menjauhi garis matahari-bumi, maka bagian yang diterangi dapat kita lihat sebagai sebuah sabit tipis yang tumbuh atau bertambah besar tiap malam. bila garis bumi ke bulan membuat sudut 90 derajat dengan garis bumi ke matahari, kita akan melihat setengah wajah bulan terang fase ini disebut seperempat pertama. pada suatu kejadian yang mengagumkan besar bulan seperti yang dapat disaksikan dari bumi hampir tempat sama besar dengan besar matahari seperti yang terlihatdi bumi. ini merupakan suatu kebetulan yang luar biasa, karena volume matahari itu sekitar 64 juta kali volume bulan. seandainya orbit bumi disekeliling matahari dan orbit bulan disekeliling bumi tepat pada bagaian yang sama, maka bulan akan lewat melintasi permukaan matahari pada setiap bulan baru. dengan demikian, akan terjadi gerhana matahari sekali sebulan. begitupun pada setiap purnama bayang-bayang bumi akan jatuh diatas bulan, akan terjadi gerhana bulan paripurna sekali sebulan.written by keizo@8:40 AM










0 Comments:
Posting Komentar